Jalan Malam di Malaysia Paling Berisiko Kedua untuk Berkendara Malam di ASEAN, Bagaimana Posisi Indonesia?
Apa Kabar Magelang – Jalan Malam di Malaysia Sebuah laporan keselamatan jalan terbaru menyebutkan bahwa Malaysia menempati peringkat kedua sebagai negara paling berbahaya untuk berkendara di malam hari di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Laporan tersebut mengungkapkan bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas pada malam hari di negara itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata regional, hanya kalah dari satu negara di ASEAN.
Data tersebut menyoroti tingkat kecelakaan fatal yang melonjak hingga dua kali lipat setelah pukul 19.00 waktu setempat, terutama di jalan tol, kawasan industri, dan jalur antar kota. Faktor penyebabnya mencakup minimnya pencahayaan, kecepatan tinggi, pengemudi mengantuk, hingga pengaruh alkohol.
Mengapa Malaysia Berisiko Tinggi di Malam Hari?
Menurut analisis yang dilakukan oleh lembaga transportasi regional, lebih dari 40% kecelakaan lalu lintas fatal di Malaysia terjadi saat malam hari, meskipun volume kendaraan relatif lebih rendah dibanding siang hari.
Beberapa penyebab yang dominan antara lain:
Penerangan jalan yang tidak merata, terutama di luar kota
Kurangnya kontrol terhadap pengemudi mabuk
Infrastruktur jalan yang tidak ramah malam, seperti marka pudar dan minim reflektor
Penggunaan sepeda motor tanpa standar keselamatan
Pemerintah Malaysia telah mengakui tantangan ini dan mulai memperketat penegakan hukum serta mempercepat modernisasi infrastruktur jalan.
Baca Juga: Layani MBG Belasan Ribu Siswa Tak Satu Pun SPPG di Madiun Miliki SLHSb
Jalan Malam di Malaysia Bagaimana dengan Indonesia?
Lantas, bagaimana posisi Indonesia dalam hal keselamatan berkendara di malam hari?
Berdasarkan data yang dirilis oleh Korlantas Polri dan studi yang dilakukan ASEAN Road Safety Observatory (ARSO), Indonesia memang memiliki jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi secara total di ASEAN. Namun, proporsi kecelakaan malam hari relatif lebih rendah dibanding Malaysia, berkat peningkatan kualitas pencahayaan di kota-kota besar dan kampanye sadar keselamatan yang lebih masif dalam lima tahun terakhir.
Namun demikian, tantangan besar masih tersisa, terutama di:
Wilayah pedalaman dan perdesaan, di mana penerangan jalan masih minim
Tingginya penggunaan sepeda motor tanpa kelengkapan keselamatan
Masih lemahnya kontrol terhadap pengemudi kelelahan atau mengantuk
Dalam hal rasio kecelakaan fatal per 100.000 kendaraan saat malam, Indonesia berada di peringkat ke-4 di ASEAN — di bawah Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Upaya Pemerintah dan Kesadaran Publik
Indonesia telah mengambil sejumlah langkah seperti:
Memperbanyak lampu PJU (penerangan jalan umum) di jalur nasional
Kampanye “Berkendara Aman di Malam Hari” melalui media sosial dan komunitas otomotif
Patroli malam oleh unit lalu lintas Polri
Pemasangan CCTV dan speed camera di titik rawan
Namun, pakar transportasi mengingatkan bahwa kesadaran pengguna jalan tetap menjadi kunci utama. Perlu ada pembiasaan untuk beristirahat cukup sebelum mengemudi malam, memastikan kondisi kendaraan prima, dan menghindari mengemudi dalam keadaan lelah atau pengaruh zat berbahaya.
Tak ada jalan yang benar-benar aman jika pengemudinya tidak disiplin,” kata Ir. Bambang Priyono, pakar transportasi dari ITS Surabaya.
Penutup: Keselamatan Malam adalah Tanggung Jawab Bersama
Laporan mengenai tingginya risiko berkendara malam di Malaysia menjadi peringatan bagi seluruh negara di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Meningkatkan kualitas infrastruktur hanyalah satu bagian dari solusi — sisanya bergantung pada perilaku, kedisiplinan, dan kesadaran kolektif pengguna jalan.






