Minibus Rombongan Hajatan dari Jember Terguling di Bangkalan, Sopir Diduga Alami Microsleep
Apa Kabar Magelang – Minibus Rombongan Hajatan Perjalanan rombongan keluarga asal Jember, Jawa Timur, menuju acara hajatan di Madura berubah menjadi tragedi. Sebuah minibus Elf yang mengangkut 13 orang penumpang terguling di Jalan Raya Blega–Bangkalan, Sabtu (9/11/2025) dini hari.
Satu orang dilaporkan mengalami luka berat dan beberapa lainnya luka ringan. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, penyebab kecelakaan diduga karena sopir mengantuk atau mengalami microsleep saat mengemudi.
Kronologi Kejadian
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.45 WIB di kawasan Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Minibus dengan nomor polisi N 7281 WA itu melaju dari arah Jember menuju Bangkalan membawa rombongan keluarga yang hendak menghadiri acara pernikahan.
Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Riki Ferdian, kendaraan melaju dengan kecepatan sedang saat melintasi jalan menurun. Itulah yang menyebabkan kendaraan tidak terkendali,” ujar AKP Riki.
Baca Juga: Dua Remaja Ditangkap Polisi saat Hendak Tawuran di Sawah Besar
Penumpang Panik dan Berhamburan
Begitu kendaraan terguling, para penumpang yang sebagian besar merupakan keluarga satu rombongan langsung panik. Beberapa di antaranya berhasil keluar melalui jendela belakang, sementara warga sekitar berlarian memberikan pertolongan.
Petugas dari Polsek Blega bersama tim medis segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi para korban.
“Kami baru saja berangkat dari Jember malam, niatnya mau sampai pagi untuk bantu persiapan nikahan keluarga. Tapi sopir katanya ngantuk berat,” ujar Zainul Arifin (36), salah satu penumpang yang selamat.
Sopir Mengaku Kurang Tidur
Sopir minibus, Rudi Hartono (40), warga Kecamatan Ajung, Jember, mengaku sudah menempuh perjalanan jauh sejak Jumat sore tanpa istirahat cukup. Ia sempat berhenti di rest area Pasuruan, namun tidak tidur karena harus menunggu penumpang tambahan.
Saya sempat merem sebentar, terus tahu-tahu mobil sudah oleng.
Polisi telah melakukan tes urin terhadap sopir dan memastikan tidak ada indikasi penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang.
Minibus Rombongan Hajatan Kondisi Jalan dan Cuaca
Kecelakaan terjadi di ruas jalan yang relatif sepi dengan penerangan minim. Kondisi tersebut turut memperburuk situasi ketika sopir kehilangan kendali.
Kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan dan sisi kiri. Beberapa kursi penumpang terlepas akibat benturan keras, dan kaca depan pecah seluruhnya. Polisi telah mengevakuasi bangkai kendaraan menggunakan mobil derek sekitar pukul 05.00 WIB.
Polisi Ingatkan Bahaya Microsleep
AKP Riki Ferdian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menempuh perjalanan jauh, terutama pada malam hari. Ia menekankan pentingnya beristirahat minimal setiap dua jam sekali untuk mencegah microsleep yang sering menjadi penyebab kecelakaan fatal.
Microsleep itu berbahaya karena datang tiba-tiba. Meski hanya 2–5 detik, itu cukup untuk membuat kendaraan kehilangan kendali,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga akan melakukan penyelidikan lanjutan terkait kelayakan kendaraan dan memeriksa apakah terdapat kelebihan penumpang.
Minibus Rombongan Hajatan Warga Minta Penerangan Jalan Diperbaiki
Sementara itu, warga sekitar lokasi kejadian meminta pemerintah daerah memperbaiki penerangan di ruas Jalan Raya Blega yang sering gelap pada malam hari. Menurut warga, sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di titik yang sama akibat minimnya lampu jalan dan kondisi jalan bergelombang.
Kalau malam hampir tidak kelihatan. Kadang mobil besar lewat dengan kecepatan tinggi, berbahaya kalau sopir ngantuk,” ujar Maimunah (50), warga Desa Lombang Dajah.
Kesimpulan
Kecelakaan minibus rombongan hajatan asal Jember di Bangkalan menjadi pengingat penting akan bahaya microsleep dan kelelahan saat berkendara jarak jauh. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menimbulkan trauma bagi penumpang dan kerugian materi cukup besar.






