Dior Dior Dior
Berita  

BPS Catat Angka Kemiskinan di Jakarta Turun 0,25 Persen Jadi 439.120 Orang

BPS Catat Angka Kemiskinan
Dior

BPS Catat Angka Kemiskinan di Jakarta Turun 0,25 Persen Jadi 439.120 Orang

Apa Kabar Magelang — BPS Catat Angka Kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta baru-baru ini merilis data terbaru mengenai angka kemiskinan di ibu kota, yang menunjukkan penurunan signifikan meskipun tantangan ekonomi global dan dampak pandemi COVID-19 masih terasa. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Jakarta tercatat turun sebesar 0,25 persen, menjadi 439.120 orang pada akhir tahun 2025, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 440.879 orang.

Penurunan ini, meski terbilang kecil, tetap dianggap sebagai kabar baik yang menunjukkan adanya perbaikan dalam kondisi ekonomi masyarakat Jakarta, terutama di tengah situasi yang penuh tantangan akibat inflasi dan krisis global yang memengaruhi banyak sektor ekonomi.

Dior

Pencapaian yang Positif di Tengah Tantangan Ekonomi

Angka kemiskinan yang berhasil turun ini menjadi bukti dari upaya pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam mengimplementasikan berbagai program penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi.

“Meski masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa berbagai kebijakan yang diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta mulai menunjukkan hasil positif. Program bantuan sosial, pelatihan keterampilan, dan peningkatan akses ke layanan dasar mulai berdampak pada pengurangan jumlah warga miskin,” ujar Kepala BPS DKI Jakarta, Siti Aminah.Penyebab Angka Kemiskinan di Jatim Meningkat Tajam

Baca Juga: Anggota DPR Sentil Menpar Kementerian Jangan Kayak Event Organizer

BPS Catat Angka Kemiskinan Faktor-Faktor yang Mendorong Penurunan Angka Kemiskinan

 Program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), serta bantuan tunai langsung (BLT) telah memberikan dampak langsung bagi keluarga miskin dan rentan miskin di ibu kota.

Selain itu, sektor ekonomi seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah provinsi DKI Jakarta juga terus memperkenalkan kebijakan-kebijakan yang memfasilitasi pelatihan keterampilan bagi warga miskin agar mereka dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang layak dan produktif.

“Dukungan terhadap sektor UMKM dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci penting dalam menurunkan angka kemiskinan. Warga yang mendapat pelatihan keterampilan memiliki peluang lebih besar untuk keluar dari kemiskinan,” tambah Siti Aminah.

BPS Catat Angka Kemiskinan Meningkatnya Akses ke Layanan Dasar

Selain dukungan sosial, peningkatan akses terhadap layanan dasar juga turut berperan dalam penurunan angka kemiskinan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk memperbaiki kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta memastikan layanan pendidikan tetap tersedia bagi semua lapisan masyarakat melalui program-program beasiswa dan fasilitas pendidikan yang terjangkau.

“Peningkatan akses terhadap pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta. Kami percaya bahwa akses ini adalah kunci untuk membantu mereka keluar dari kemiskinan jangka panjang,” ujar Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

BPS Catat Angka Kemiskinan Tantangan yang Masih Ada

Meskipun ada penurunan, tantangan untuk menurunkan angka kemiskinan lebih jauh di Jakarta masih sangat besar. Sebagai kota terbesar di Indonesia, Jakarta terus menarik migrasi dari berbagai daerah yang mencari peluang ekonomi lebih baik. Sayangnya, tidak semua migran ini dapat memperoleh pekerjaan yang layak, dan banyak yang akhirnya tinggal di kawasan kumuh dengan tingkat pendapatan yang rendah.

Hal ini menyebabkan mereka tetap berada dalam zona kemiskinan meskipun mereka bekerja keras setiap hari.

Selain itu, ketidakstabilan ekonomi global dan inflasi yang cenderung naik juga menjadi faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama di kalangan mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Kenaikan harga bahan pangan dan kebutuhan pokok menjadi salah satu masalah utama yang memperburuk kondisi kehidupan bagi keluarga miskin di Jakarta.

Upaya Pemerintah untuk Melanjutkan Penurunan Kemiskinan

Pemerintah DKI Jakarta terus berupaya untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan dengan mengimplementasikan berbagai kebijakan ekonomi yang bersifat inklusif dan berkelanjutan

Dalam waktu dekat, pemerintah akan meluncurkan sejumlah program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas, seperti pengembangan kawasan industri kecil dan program pemberdayaan ekonomi di tingkat kelurahan.

“Ke depan, kami akan fokus pada peningkatan kesejahteraan warga melalui pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Kami juga akan terus memperkuat program-program yang mendukung warga miskin agar dapat memperbaiki kualitas hidup mereka,” jelas Anies Baswedan.

Kedepannya: Harapan untuk Jakarta yang Lebih Sejahtera

Penurunan angka kemiskinan sebesar 0,25 persen di Jakarta adalah langkah positif, meskipun tantangan besar masih menghadang. Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengurangi ketimpangan sosial dan memperkuat kebijakan yang mendukung pengentasan kemiskinan.

Dior