Penambang Emas Ilegal di Kota Jayapura Hilang Tertimbun Longsor: Pencarian Terus Dilakukan
Apa Kabar Magelang – Penambang Emas Ilegal Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu, 14 Februari 2026, ketika sejumlah penambang emas ilegal dilaporkan hilang setelah tertimpa longsoran tanah yang terjadi di area pertambangan ilegal. Kejadian tersebut terjadi di wilayah pegunungan sekitar kawasan Sentani, yang terkenal dengan aktivitas pertambangan emas secara ilegal.
Menurut Kepala Polres Jayapura, AKBP Antonis Lantje, sedikitnya lima penambang yang berada di lokasi tersebut pada saat kejadian masih belum ditemukan. Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari polisi, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), dan SAR Jayapura tengah melakukan upaya pencarian di lokasi longsor.
Kronologi Kejadian: Longsor Terjadi di Lokasi Penambangan Ilegal
Berdasarkan keterangan dari saksi mata, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIT saat sekelompok penambang sedang menggali area sekitar aliran sungai. Tanah yang tidak stabil akibat aktivitas penambangan yang dilakukan tanpa pengawasan dan perencanaan yang tepat, memicu longsoran tanah yang menutup area pertambangan dan mengubur beberapa orang di bawahnya.
“Kami mendapatkan laporan bahwa longsor terjadi di wilayah penambangan ilegal. Sejumlah penambang yang sedang bekerja tertimbun dan hingga kini belum ditemukan,” ungkap Antonis Lantje dalam pernyataannya.
Aktivitas penambangan emas ilegal di daerah tersebut memang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Tanpa adanya pengawasan dari pemerintah, ribuan orang datang ke daerah tersebut untuk menambang secara illegal. Meski ada banyak peringatan soal bahaya longsor dan kerusakan lingkungan, para penambang tetap melanjutkan aktivitas mereka.
Upaya Pencarian dan Kesulitan yang Dihadapi Tim SAR
Tim pencari gabungan yang terdiri dari SAR, polisi, dan relawan bencana segera dikerahkan setelah menerima informasi tentang kejadian tersebut.
Tim penyelamat juga mengalami kesulitan karena kondisi cuaca buruk, hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut memperburuk visibilitas dan meningkatkan resiko longsor lebih lanjut. Namun, tim SAR terus berusaha menggali dan mencari korban yang kemungkinan masih terjebak di bawah timbunan tanah.
Penambangan Emas Ilegal: Ancaman Bagi Keselamatan dan Lingkungan
Penambangan emas ilegal di Papua bukanlah hal yang baru. Setiap tahun, ribuan orang dari berbagai daerah datang untuk menggali emas di kawasan hutan dan pegunungan yang masih sulit dijangkau. Aktivitas ini sering kali dilakukan tanpa izin resmi, yang menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat besar. Selain itu, keselamatan para penambang seringkali terancam akibat kurangnya peralatan dan pengawasan yang memadai.
“Aktivitas penambangan ilegal ini sudah lama terjadi di Jayapura, dan sangat membahayakan.
Baca Juga: Potret Pejalan Kaki di Jakarta Tetap Menyeberang Sembarangan meski Ada JPO
Reaksi Masyarakat dan Pemerintah
Kejadian ini memicu reaksi dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Papua menyesalkan kejadian ini dan menyatakan akan melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap aktivitas penambangan emas ilegal yang marak di kawasan tersebut. Pemerintah daerah berencana untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan, serta memberikan pendidikan keselamatan kepada masyarakat setempat yang terlibat dalam penambangan.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Penambangan ilegal sangat berbahaya dan merusak lingkungan. Kami akan bekerja sama dengan aparat keamanan dan lembaga terkait untuk menanggulangi masalah ini,” ujar Lukas Enembe, Gubernur Papua.
Namun, tidak hanya pemerintah yang terlibat dalam upaya mengurangi penambangan ilegal di Papua.
Kendala dalam Penghentian Penambangan Ilegal
Meskipun ada upaya pemerintah untuk menanggulangi penambangan ilegal, tantangan terbesar adalah menyadarkan masyarakat akan bahaya dan kerusakan yang ditimbulkan dari aktivitas ini. Banyak penambang memilih untuk bekerja secara ilegal karena mereka merasa sulit untuk mendapatkan pekerjaan lain yang dapat menghidupi keluarga mereka. Selain itu, kontrol yang lemah dan kurangnya pengawasan di wilayah pegunungan membuat penambangan ilegal sulit untuk dihentikan.






