Dior Dior Dior
Berita  

Pemkab Tegal Bangun 456 Huntara untuk Korban Tanah Bergerak Padasari

Pemkab Tegal Bangun
Dior

Pemkab Tegal Bangun 456 Huntara untuk Korban Tanah Bergerak Padasari

Apa Kabar Magelang – Pemkab Tegal Bangun Jawa Tengah, melalui langkah cepat dan sigap, mulai membangun hunian sementara (huntara) untuk menampung ratusan keluarga yang menjadi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Bojong. Sebanyak 456 unit huntara akan dibangun untuk membantu warga yang rumahnya rusak atau hancur akibat pergerakan tanah yang terjadi pada bulan Februari 2026.

Bencana tanah bergerak yang terjadi di Padasari mengakibatkan kerusakan besar pada puluhan rumah warga, menyebabkan ribuan orang harus mengungsi. Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Tegal untuk memberikan perlindungan sementara kepada warga terdampak, sembari menunggu pemulihan lebih lanjut.

Dior

Titik Fokus Pembangunan Huntara di Padasari

Pergerakan tanah yang terjadi di Padasari tidak hanya merusak rumah-rumah, tetapi juga mengancam keselamatan banyak warga yang tinggal di daerah tersebut. Sebagian besar rumah yang berada di wilayah rawan longsor kini tak dapat dihuni lagi karena kerusakan yang cukup parah.Menteri PUPR Jamin Korban Bencana di Padasari Tempati Huntara Sebelum  Lebaran

Baca Juga: Relawan Gotong Royong Perbaiki Jembatan Ambrol Gubernur Jateng Kolaborasi Hadapi Cuaca Ekstrem

Proses Pembangunan dan Kebutuhan Mendesak

Pembangunan huntara dimulai pada awal Maret 2026, dan diperkirakan selesai dalam waktu dua bulan. Untuk mempercepat prosesnya, pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah pusat, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat setempat. Pembangunan ini juga melibatkan kontraktor lokal yang sudah berpengalaman dalam pembangunan darurat.

Setiap unit huntara akan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti listrik, air bersih, dan sanitasi.

Dalam beberapa minggu terakhir, Pemkab Tegal juga telah mendistribusikan bantuan logistik kepada korban tanah bergerak di Padasari. Bantuan ini meliputi bahan pangan, obat-obatan, selimut, dan perlengkapan rumah tangga yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi.

Pemkab Tegal Bangun Dukungan Pemerintah Pusat dan Masyarakat

Selain upaya pemerintah daerah, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan perhatian serius terhadap bencana tanah bergerak ini. BNPB telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pembangunan huntara dan pemulihan kawasan terdampak. Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, bahkan menyempatkan diri untuk meninjau lokasi bencana dan memberikan dukungan kepada warga dan Pemkab Tegal.

“Saya sangat apresiasi langkah cepat dari Pemkab Tegal yang langsung merespons bencana ini dengan mendirikan huntara.

Pemkab Tegal Bangun Kesiapsiagaan Bencana dan Upaya Mitigasi di Masa Depan

Bencana tanah bergerak yang terjadi di Padasari mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, terutama di wilayah-wilayah rawan bencana. Pemkab Tegal, bersama dengan BPBD, berkomitmen untuk meningkatkan sistem mitigasi bencana di wilayah rawan tanah bergerak lainnya. Salah satu langkah yang tengah digagas adalah pemetaan wilayah rawan bencana dan penyediaan alat peringatan dini yang dapat memberikan informasi lebih cepat kepada warga apabila bencana serupa terjadi lagi.

“Selain fokus pada pemulihan, kami juga sedang merancang program mitigasi untuk mengurangi dampak bencana tanah bergerak di masa depan. Ini menjadi prioritas kami agar kejadian serupa tidak terjadi di wilayah lain,” tambah Arief Sugianto.

Pemerintah Kabupaten Tegal juga akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap bencana tanah bergerak. Salah satunya adalah dengan mengedukasi warga mengenai tanda-tanda pergerakan tanah dan cara-cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi.

Kehidupan Setelah Bencana: Harapan Warga Padasari

Bagi warga Desa Padasari yang terdampak, kehadiran huntara adalah harapan baru untuk bisa memulai kehidupan kembali. Banyak di antara mereka yang sebelumnya kehilangan rumah, lahan pertanian, dan mata pencaharian akibat pergerakan tanah yang menghancurkan. Namun, meski tengah dalam kondisi yang sulit, warga menunjukkan semangat yang luar biasa untuk bangkit kembali.

“Meskipun kami kehilangan banyak, kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Dior