Ajax Amsterdam Sudah Kepincut Maarten Paes Sebelum Jadi WNI
Apa Kabar Magelang โ Ajax Amsterdam Klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, ternyata sudah lama mengamati Maarten Paes, penjaga gawang yang kini menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Kepindahan Maarten Paes ke Indonesia dan statusnya yang kini berwarga negara Indonesia merupakan bagian dari langkah besar dalam perjalanan kariernya. Namun, jauh sebelum ia memutuskan untuk menjadi bagian dari tim Timnas Indonesia, Ajax telah menunjukkan ketertarikannya terhadap kiper berusia 23 tahun itu.
Pada awalnya, banyak yang terkejut dengan keputusan Maarten Paes untuk bergabung dengan Timnas Indonesia, terutama setelah ia menggugurkan kewarganegaraan Belandanya.
Perjalanan Karier Maarten Paes
Maarten Paes memulai karier sepak bolanya di FC Utrecht, di mana ia menunjukkan potensi besar sejak usia muda. Penampilannya yang solid di bawah mistar gawang membuatnya dianggap sebagai salah satu kiper muda terbaik di Belanda. Pada 2020, Paes dipinjamkan ke FC Volendam, di mana ia tampil mengesankan dan menjadi salah satu kiper terbaik di Eredivisie (liga utama Belanda). Penampilan cemerlangnya selama masa peminjaman semakin meningkatkan reputasinya, dan menarik perhatian sejumlah klub besar, termasuk Ajax.
Namun, meskipun Ajax sudah lama memantau perkembangannya, Paes justru memilih jalur yang cukup berbeda dari kebanyakan pesepakbola muda Belanda. Setelah bergaul dengan sejumlah pemain keturunan Indonesia dan melihat potensi sepak bola Indonesia yang sedang berkembang, Paes memutuskan untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan Indonesia pada 2023 dan beralih untuk memperkuat Timnas Indonesia. Keputusan ini tentu saja mengundang perhatian besar, baik dari masyarakat Indonesia maupun dunia sepak bola internasional.
Baca Juga: Indramayu Siaga Pusat Kota Terendam Banjir hingga Masuk Rumah
Ajax Amsterdam Kepincut Ajax Sebelum Keputusan Jadi WNI
Menurut sumber yang dekat dengan Ajax, klub tersebut sudah lama mengamati Paes sejak ia tampil mengesankan di FC Utrecht dan FC Volendam. Kecepatan refleks, kecerdikan dalam membaca permainan, serta kemampuannya dalam mengorganisir lini pertahanan menjadi daya tarik utama bagi Ajax.
Meskipun Paes belum bergabung dengan Ajax, pihak manajemen Ajax sudah menganggapnya sebagai kandidat potensial untuk mengisi posisi penjaga gawang utama di masa depan. Namun, seiring berjalannya waktu, Ajax mulai beralih fokus pada penjaga gawang lainnya yang lebih stabil di posisi utama, seperti Andre Onana yang akhirnya pergi ke Inter Milan. Paes, yang saat itu berada di jalur yang tepat di Belanda, harus melanjutkan pencarian kesempatan lain.
Namun, dalam dunia sepak bola, tak ada yang bisa memprediksi arah karier seorang pemain. Langkahnya yang berani ini pun mendapat sambutan hangat dari Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI), yang melihatnya sebagai tambahan kualitas besar bagi tim nasional.
Langkah Strategis Maarten Paes ke Indonesia
Salah satu alasan utama di balik keputusan ini adalah peluang untuk memperkuat Timnas Indonesia yang tengah dalam proses revolusi tim dengan pelatih baru dan persiapan untuk berbagai turnamen besar, seperti Piala Dunia dan Kualifikasi Piala Asia.
Bergabung dengan Timnas Indonesia memberikan Paes kesempatan untuk tampil di kancah internasional, serta menjadi bagian dari perubahan besar dalam sepak bola Indonesia. Setelah mendapat sambutan baik dari masyarakat Indonesia dan pelatih Indra Sjafri, Paes pun mulai beradaptasi dengan gaya permainan yang berbeda dari yang biasa ia hadapi di Eropa.
ย Kemampuannya dalam menahan tembakan dan mengambil keputusan cepat di depan gawang menjadi nilai tambah untuk Timnas Indonesia, yang membutuhkan pemain dengan kualitas dan pengalaman internasional.
Mengapa Maarten Paes Menjadi Pilihan Tepat untuk Timnas Indonesia?
Keputusan Paes untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia tentu saja menarik perhatian.ย Meskipun tidak langsung bermain untuk Ajax, ia memiliki pengalaman di liga-liga besar dan berlatih di bawah tekanan yang tinggi, yang sangat bermanfaat bagi perkembangan Timnas Indonesia.
Sebagai penjaga gawang, ia bisa menjadi pelopor untuk membangun serangan dari belakang, sesuatu yang sering kali menjadi kelemahan bagi Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Keputusan Paes juga menjadi simbol kuat mengenai perubahan positif dalam sepak bola Indonesia, di mana semakin banyak pemain yang tampil dengan mentalitas internasional dan bekerja keras untuk membawa Indonesia bersaing di level yang lebih tinggi.






