Netanyahu Pecat Penasihat Keamanan Israel Setelah Cekcok Soal Perang Gaza
Apa Kabar Magelang – Netanyahu Pecat Penasihat Keamanan Situasi politik di Israel kembali memanas setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memecat penasihat keamanannya, Meir Ben-Shabbat, usai terjadi ketegangan internal terkait strategi perang di Gaza. Pemecatan mendadak itu memicu spekulasi tentang semakin retaknya hubungan antara kalangan politik dan militer Israel di tengah konflik yang masih berkecamuk.
Ketegangan di Balik Meja Pemerintahan
Menurut laporan media setempat, perdebatan sengit terjadi dalam pertemuan kabinet keamanan pekan lalu. Ben-Shabbat dikabarkan menentang keputusan Netanyahu yang ingin memperluas operasi militer ke wilayah selatan Gaza tanpa menunggu persetujuan penuh dari dewan keamanan nasional.
Sumber anonim menyebutkan, Ben-Shabbat menilai langkah Netanyahu “terlalu berisiko” dan dapat memperburuk situasi kemanusiaan serta citra Israel di mata internasional. Namun, pandangan tersebut justru memicu kemarahan Netanyahu yang menuding sang penasihat menghambat upaya pertahanan negara.
Baca Juga: Mortir Temuan Warga Blora Dimusnahkan Tim Jihandak Brimob di Hutan Jati Sambong
Pemecatan Mendadak, Ketegangan Meningkat
Beberapa hari setelah perdebatan itu, Netanyahu secara resmi memberhentikan Ben-Shabbat dari jabatannya. Namun, banyak pihak menilai langkah ini sarat muatan politik.
“Pemecatan ini menunjukkan bahwa Netanyahu semakin terisolasi dan tidak mau mendengar pandangan berbeda di lingkaran dalamnya,” ujar seorang analis politik dari Universitas Tel Aviv.
Netanyahu Pecat Penasihat Keamanan Reaksi Publik dan Kalangan Militer
Pemecatan Ben-Shabbat memunculkan kritik dari kalangan oposisi dan beberapa pejabat militer. Mereka menilai keputusan itu bisa melemahkan koordinasi keamanan Israel yang saat ini menghadapi tekanan besar di Gaza dan perbatasan utara.
Pemimpin oposisi, Yair Lapid, menyebut langkah Netanyahu “tidak bertanggung jawab dan berpotensi memperdalam kekacauan kebijakan militer Israel.”
Dampak terhadap Strategi di Gaza
Dengan mundurnya salah satu penasihat keamanan paling berpengaruh, masa depan strategi militer Israel di Gaza menjadi tanda tanya besar. Sumber militer menyebutkan adanya potensi perubahan arah operasi dan penunjukan sosok baru yang lebih sejalan dengan visi Netanyahu.
Beberapa pengamat menilai keputusan ini dapat mempercepat operasi militer Israel, namun di sisi lain memperburuk hubungan dengan sekutu, termasuk Amerika Serikat, yang semakin mendesak penghentian serangan udara di wilayah padat penduduk.
Kesimpulan
Pemecatan Meir Ben-Shabbat menambah daftar panjang ketegangan di tubuh pemerintahan Netanyahu sejak pecahnya perang Gaza. Langkah ini menunjukkan dinamika internal yang semakin rumit di tengah tekanan diplomatik global. Dengan perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, keputusan Netanyahu berpotensi menjadi titik balik—baik bagi strategi militer Israel maupun stabilitas politiknya sendiri.






