Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Bawa 11 Penumpang dan Disewa Kementerian KKP
Apa Kabar Magelang – pesawat ATR yang hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa pagi (17/1), dilaporkan membawa 11 penumpang, termasuk pilot dan kru pesawat. Pesawat yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini tengah dalam perjalanan menuju Kepulauan Selayar untuk keperluan dinas terkait pengawasan kelautan dan perikanan. Insiden ini memicu kepanikan dan segera melibatkan sejumlah tim SAR untuk mencari keberadaan pesawat tersebut.
Pesawat ATR Disewa untuk Keperluan Dinas KKP
Aroeppala Selayar, namun hilang kontak di tengah perjalanan.
Menurut keterangan dari pihak Kementerian KKP, pesawat ini mengangkut 11 orang, terdiri dari 5 penumpang sipil, 2 personel KKP, serta 4 kru pesawat. Misi penerbangan ini termasuk pemantauan lingkungan laut dan pengawasan kapal perikanan, yang merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan keamanan laut di wilayah Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Pertapreneur Aggregator 2025 Upaya Pertamina Bangun UMKM Pangan Berdaya Saing
Kronologi Kejadian
Pihak AirNav Indonesia menyebutkan bahwa pesawat ATR 72-500 hilang kontak dengan menara pengawas pada sekitar pukul 08.45 WITA, setelah sekitar 25 menit lepas landas dari Makassar. Pesawat terakhir kali terdeteksi berada di sekitar Maros, yang merupakan titik lokasi hilangnya komunikasi.
Setelah kehilangan kontak, tim SAR langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif. Pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Laut, Polairud, dan Basarnas, yang bekerja sama untuk menemukan jejak pesawat tersebut di sekitar wilayah perbukitan dan hutan yang terjal. Pencarian difokuskan pada area yang sulit dijangkau, mengingat kondisi geografis yang cukup menantang.
Tanggapan Kementerian KKP dan Pihak Terkait
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan kejadian ini dan telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta pihak berwenang lainnya untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang.
“Kami sangat berduka atas insiden ini dan berharap seluruh penumpang dalam keadaan selamat. Kami berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera melakukan pencarian dan evakuasi. Keamanan dan keselamatan adalah prioritas kami. Kami akan memberikan informasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan situasi,” kata Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers yang disampaikan dari Jakarta.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengikuti perkembangan situasi dan mendukung upaya penyelamatan.
Pencarian dan Upaya Evakuasi
Pencarian difokuskan di beberapa titik berdasarkan informasi yang diperoleh dari radar dan laporan visual terakhir
Kondisi Cuaca dan Tantangan Pencarian
Salah satu kendala dalam pencarian adalah kondisi cuaca yang tidak menentu di sekitar daerah Maros. Hujan deras, kabut tebal, dan angin kencang membuat visibilitas terbatas, sehingga pencarian udara dan laut menjadi sangat sulit. Tim SAR pun berusaha keras untuk memaksimalkan upaya pencarian dengan segala keterbatasan yang ada.
Kami berfokus pada upaya pencarian dan penyelamatan. Dalam kondisi cuaca yang buruk, kami sangat mengutamakan keselamatan tim SAR juga. Kami berharap bisa segera menemukan lokasi pesawat dan memastikan kondisi para penumpang,” ujar Kepala Basarnas, Bagus Puruhito, dalam keterangan persnya.
Harapan dan Doa untuk Para Penumpang
Doa untuk keselamatan mereka juga mengalir dari masyarakat luas, yang turut merasakan kepedihan atas peristiwa ini.
“Kami sangat berharap agar para penumpang pesawat segera ditemukan. Semoga mereka semua dalam keadaan selamat. Kami mendoakan yang terbaik untuk mereka,” ujar seorang warga yang mengikuti perkembangan situasi.






