Rusia Sebut Greenland Bukan Bagian Alami Denmark, Moskwa Memihak Trump
Apa Kabar Magelang – Rusia Sebut Greenland baru-baru ini membuat pernyataan yang mengejutkan terkait status wilayah Greenland, dengan menyebutkan bahwa pulau yang terletak di Arktik ini bukan merupakan bagian alami dari Denmark. Pernyataan tersebut muncul setelah Kepala Kementerian Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, memberikan komentar terkait klaim Amerika Serikat yang pada masa pemerintahan Donald Trump sempat mengusulkan pembelian Greenland dari Denmark.
1. Apa yang Dikatakan Rusia tentang Greenland?
“Greenland adalah wilayah yang lebih dekat dengan Kepulauan Kanada daripada dengan Denmark. Secara geografis dan budaya, wilayah ini memiliki sejarah yang lebih erat dengan kawasan Arktik dan bukan bagian dari Denmark yang terpisah oleh samudra Atlantik,” ujar Lavrov.
2. Sejarah dan Status Greenland dalam Hubungan Internasional
Greenland, yang merupakan wilayah otonomi Denmark, telah lama menjadi pusat perhatian internasional, terutama terkait dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak, gas, dan logam langka yang menjadi sangat penting dalam persaingan geopolitik global. Meskipun Greenland secara resmi merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, pulau ini memiliki pemerintahan yang relatif independen, terutama dalam urusan domestik.
Secara historis, Greenland memiliki ikatan dengan Kepulauan Kanada yang lebih erat daripada dengan Denmark, mengingat sejarah penjelajahan dan pembukaan wilayah Arktik oleh negara-negara seperti Inggris dan Prancis pada abad ke-18 dan ke-19.
Baca Juga: SD di Ciputat Keluhkan Bau Sampah di Sekolah Polisi Bantu Angkut
3. Moskwa Memihak Trump?
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Rusia mengenai status Greenland menunjukkan adanya sikap yang lebih simpatik terhadap kebijakan Trump mengenai wilayah tersebut. Pada tahun 2019, Donald Trump sempat membuat tawaran kontroversial untuk membeli Greenland, dengan alasan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi dan geopolitik yang sangat besar.
4. Rusia Sebut Greenland Greenland dan Persaingan Geopolitik di Arktik
Arktik adalah kawasan yang semakin strategis bagi negara-negara besar, terutama terkait dengan perubahan iklim yang membuka jalur pelayaran baru serta potensi sumber daya alam yang belum tergali sepenuhnya. Rusia sendiri telah lama memiliki kepentingan besar di Arktik, dengan melakukan pembangunan militerisasi dan eksplorasi energi di wilayah tersebut. Hal ini membuat kawasan Arktik menjadi pusat dari persaingan geopolitik yang sengit antara negara-negara besar.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga menunjukkan ketertarikannya terhadap Greenland bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi juga karena lokasi strategis pulau tersebut yang bisa menjadi pangkalan militer penting untuk mengawasi jalur laut di Arktik.
Namun, meskipun Greenland sangat kaya akan sumber daya alam, baik denmark maupun negara-negara lain yang memiliki klaim atau kepentingan di kawasan tersebut, seperti Kanada dan Norwegia, menunjukkan sikap yang tegas untuk mempertahankan kedaulatan atas wilayah tersebut.
5. Tanggapan Denmark dan Reaksi Internasional
Mette Frederiksen, Perdana Menteri Denmark, mengingatkan bahwa hubungan dengan Greenland adalah hubungan yang terjalin dengan prinsip saling menghormati dan bahwa keputusan tentang masa depan wilayah tersebut sepenuhnya berada di tangan rakyat Greenland.






